Belajar Laravel : Mengenal Routing Pada Framework Laravel 5.3 untuk pemula -part 1

Halo teman-teman ketemu lagi dengan ONPHPID, pada tutorial sebelumya kita sudah berhasil belajar cara menginstall project Laravel 5.3 pada server local kita. Kali ini kita akan lanjut belajar mengenal Routing pada framework Laravel. Apa Itu Routing..? Ada yang sudah tahu apa itu Routing? yaapp… bener sekali, Routing merupakan salah satu fitur yang ada pada framework Laravel, jadi setiap URI yang akan diakses wajib didaftarkan pada Routing. Karena jika tidak akan menimbulkan error. Ok.. dikarenakan pembahasan tentang route sedikit lebih panjang, maka akan dibagi menjadi dua tahap, agar kita sama-sama mengenal bagaimana Routing Larvel itu bekerja.

O iya, sebelum kita masuk pada Pembahasan Routing sebaiknya kita buka dulu project Laravel yang sudah kita install sebelumnya, jika belum kalian bisa buka cara install laravel di Localhost, jika sudah buka projek laravel kalian. Setelah project laravel terbuka di browser jangan lupa kita buka juga projectnya di text editor favorite kalian masing-masing, kalo ONPHPID lebih suka pake sublime text. Jika sudah maka struktur project Laravel akan terlihat seperti gambar dibawah ini :

# Basic Routing

Pada framework Laravel 5.3 file routes.php sudah tidak ada lagi alias dihilangkan, karena pada versi 5.2 semua routing ditangani oleh file routes.php yang berada di app/Http/routes.php. Sedikit berbeda dengan versi sebelumnya file routes.php sekarang diganti dengan nama web.php yang berada di routes/web.php. Mari kita buka routes/web.php maka akan seperti gambar dibawah ini :

dari gambar diatas terdapat satu route menangani satu views dengan nama welcome.php. Coba teman-teman rubah route tersebut menjadi seperti ini

maka yang akan terjadi adalah seperti ini :

view [index] not found, itu artinya file dengan nama index tidak ada dalam folder/direktori resources/views. Ingat kan kita baru merubah route dan belum membuat file index. Ok, mari kita buat file dengan nama index.blade.php. Kenapa kok bukan index.php? Ok sebelumnya sedikit ONPHPID jelaskan tentang penamaan file yang berada di views. Kita harus membuat nama file dengan extensi .blade.php, karena laravel menggunakan blade engine untuk meng-compile viewnya dan hanya akan mengenali jika kita membuat file dengan extensi .blade.php. Coba kita buat dengan seperti berikut :

kemudian refresh browser kita, maka kita akan melihat apa yang sudah kita buat pada index.blade.php seperti ini :

Bagaimana teman-teman, kita telah berhasil membuat halaman pertama kita, lalu bagaimana jika kita ingin memasukan file index.blade.php ke dalam folder home? apa saja yang perlu kita ubah. Tenang, ONPHPID akan beri contoh sederhananya. Coba teman-teman rubah route yang sudah kita buat di atas menjadi seperti ini :

setelah kita merubahnya maka kita perlu memasukan file index.blade.php ke dalam folder home, karena jika tidak maka akan error seperti di atas tadi. Jika sudah coba refresh lagi browser kita, maka kita akan melihat tampilan yang sama. Pertanyaannya bagaimana jika ingin mengakses dengan URI localhost:8000/test ? Kita hanya perlu merubah route menjadi seperti berikut :

lalu buka pada browser dengan mengakses localhost:8000/test, maka akan kita dapatkan tampilan yang sama. Bagaimana, sangat mudah bukan?

Baca Juga : Installasi Framework Laravel 5.3 Untuk Pemula

Sekian dulu tutorial Belajar Laravel : Mengenal Routing Pada Framework Laravel 5.3 untuk Pemula -part 1 Jika ada hal yang kurang jelas atau ingin ditanyakan dapat melalui komentar. JANGAN LUPA like FANSPAGE ONPHPID untuk update informasi dan Subscribe Channel ONPHPID Tutorial. Selamat Belajar…

3 Framework PHP Untuk Membuat Website Sendiri
Belajar Laravel : Mengenal Routing Pada Framework Laravel 5.3 untuk pemula -part 2

  • lintar febriyanto

    om editornya pakai apa 😁

    • pake sublime text gan 🙂